Terakhir saya menulis cerita di blog adalah di tahun 2011,
Jadi sekitar 3 tahun lebih lebih saya tidak menulis, Sip, langsung saja, berikut resume perjalanan mudik kami di tahun 2014 ini... :-)
Jadi sekitar 3 tahun lebih lebih saya tidak menulis, Sip, langsung saja, berikut resume perjalanan mudik kami di tahun 2014 ini... :-)
24 Agustus sampai 07 Agustus 2014.
Pertama saya mohon maaf karena pengetikan menggunakan HP, jadi format masih acak-acakan. InsyaAllah kalo ada waktu akan saya benahi nanti...
Petunjuk tanggal dan jam : YYYYMMDD HH:mm adalah waktu dari foto dibawah atau diatasnya...
Oke, saya mulai,
Prepare for mudik : Done, bangku tengah dilipat tidur, space depan bangku diisi tas, lalu ditutup dengan kasur tipis dan bed cover.
Sedang bangku depan dibuka normal dan space antara bangku tengah Avanza 2010 kami ditutup lagi dengan tas.
Jadilah kasur ukuran Queen didalam mobil kami, hehehe... mau duduk silahkan, mau tidur silahkan, tapi tugas saya hanya duduk manis dibelakang kemudi.

20140724 01:00 Take off from Jakarta, hari Kamis dini hari, padahal rencana awal berangkat jam 23:00,
Pilih kanan kiri, atas rekomendasi saudara, teman, dan twitter info, saya pilihlah lewat jalur selatan.
Karena info saat itu jalur pantura ditutup atas musibah ambrolnya jembatan Comal di daerah Pemalang, Jawa Tengah.
Jalanlah kami melalui Tol Padalarang menuju Bandung.
Sebelum Bekasi barat, kecepatan mobil masih bisa membuat semangat... rata-rata masih bisa 90km/jam, sambil tangan kiri jempol dan telunjuk fokus screenshot GPS dari HP.
Oh iya, ini mudik pertama saya lewat darat, naik mobil dan nyetir sendiri lagi, jadi ada baiknya kita dibantu GPS, dalam hal ini saya menggunakan SYGIC dan Waze yang terinstall di LG Nexus 4 saya.
Masih 883km lagi euy menuju kampung halaman.
Ini Rest area pertama kami sudah masuk wilayah Purwakarta...
Setelah kemacetan laur biasa dari Bekasi Barat sampai Cikarang, dilanjutlagi jalan tersendat sampai Karawang Timur.
20140724 04:00 Sahur on the road, Bandung, sebelum Cileunyi, nasi Padang paru goreng terasa nikmat :-)
Zara lagi di mobil, karena masih ngeluh mengantuk.

Lanjut Sholat subuh di rest area selanjutnya dan lanjut lagi perjalanan... cuaca saat itu gerimis.
Matahari sangat menyilaukan pagi itu...
Mungkin semalam malam Lailatul Qadar (dalam batin saya :-) )
Satu jam perjalanan, agak tersendat menjelang pintu keluar Cileunyi Bandung, tol Bandung yg paling ujung, sekitar antri 1-2km.
20140724 06~07:00 Alhamdulillah saya mendapat kabar dari twitter @HaloPantura (silahkan di klik atau buka dari link berikut:
https://twitter.com/HaloPantura/status/492261460215476224
Dan juga info dari teman saya bahwa Jembatan Comal sudah dibuka satu arah untuk mudikers dari arah Jakarta,
Alhamdulillah, rejeki, karena pengalaman teman saya sendiri terkena macet 3-6jam untuk antri di jembatan Comal itu saja.
Berubahlah rencana mudik yang tadinya rencana lewat jalur selatan menuju ke jalur Pantura, menuju Sumedang-Cirebon lah setelah keluar pintu Tol Cileunyi,
Disambut tahu H.Ateng disepanjang jalan di Sumedang, jalan berkelok-kelok membelah pegunungan, belilah satu iket dengan kemasan tahu yang khas dan lontong untuk sarapan 2 krucil saya Zara dan Mika.
Sebenarnya kondisi jalan yg kearah Jakarta kurang bagus bila dibandingkan dengan yg arah kami ke Cirebon.
Jalan Bandung-Sumedang-Cirebon berkelok-kelok dengan suasana pegunungan, sudah aspal tapi masih kurang smooth untuk tancap gas, ngikut arus sajalah.
Masih bisa 30-60km/jam kok..., tergantung depan ada truk atau sepeda motor, karena jalur hanya cukup untuk 2 jalur.
Masuklah kami di Cirebon, hajar langsung tol di Cirebon menuju arah Tegal.
Tancap gassss lagi...
Di tol Palimanan-Kanci, rata-rata kecepatan bisa >100km/jam saat itu :-)
agak ekstrem, karena tangan kiri sambil capture screenshot, sedang tangan kanan dan mata selalu waspada terhadap laju mobil.
20140724 11:29 Sampai di Brebes...
20140724 12:29 Makan siang buat anak-anak yg belum bisa berpuasa, di Pringsewu.
Alhamdulillah, sholat dhuhur dan Ashar yg saya jamak disana, juga bisa ketiduran hampir satu jam disana...
20140724 14:45 sampai Comal juga, itu kondisi yang jembatan sebelah kiri yang menuju ke arah Semarang,
Jembatan yang sebelah kanan saya yang menuju kearah Jakarta memang ambles diujung Jakarta, entah kenapa konstruksi bisa seperti itu, dari sekilas penglihatan, ketinggian amblesnya sekitar 1-2meter... ambles itu turun, kalo amblas itu ilang :-)
Alhamdulilah saya cuma mengantri sejauh 500an meter, selama 30 menit menempuh antrian itu. Gak kebayang kesusahan teman-teman dan para pemudik yang antri bisa mencapai 6-13jam hanya untuk melewati 1-2km antrian jembatan Comal tersebut.
Semoga perbaikan jembatan cepat selesai, karena bus-bus kearah Semarang semuanya diarahkan melalui Jogjakarta waktu itu.
Berikut keceriaan Mika dan Zara hasil snapshot HP istri saya, di daerah Pemalang, Pekalongan, dan Batang :)
Tetap sehat ya Naaak...
Kira-kira jam 15:30~16:30an lewat juga saya di alas roban.
Masih 362km lagi menuju kampung halaman...
Kecepatan mobil 20-40km/jam karena banyaknya orang yg singgah mungkin untuk prepare buka puasa.
20140724 18:23 waktu berbuka puasa di Semarang ditemani Lunpia Semarang (late break fasting)
20140724 19:59 baru beneran makan nasi dan sop pecok, untuk buka puasa.
Lokasinya saya agak lupa, tp dia posisi di arah berlawanan dari saya setelah keluar tol di Semarang menuju kearah Cepu.
20140724 21:00 lanjut perjalanan menuju Demak, Blora, Cepu, Bojonegoro, karena mesti menge-drop ART kakak ipar yg bareng mudik bersama saya.
Jujur, kapok saya lewat jalur ini, jalan berantakan ,aspal asal jadi juga campur jalan gak aspal, dan full hutan sampai jam 2an pagi,
Kira-kira perjalanan 6jam full ditengah hutan, jarak mobil didepan dan belakang bisa beda 5-10menit.
Mau ngebut salah, belum tahu jalan dan juga kondisi rusaknya jalan,
Kecepatan mobil ga bisa lebih dari 30-40km/jam.
Bukan ngeri ditakuti hantu ditengah hutan (cahaya yg ada hanya dari rembulan dan lampu mobil saya saja), tp ngeri ada orang yg berniat jahat karena anak istri ada di mobil.
20140725 03:00 Sampailah kami di Bojonegoro, sahur on the road kedua disini, Nasi hangat dan Kikil goreng serta teh manis panas sebagai bekal puasa dihari itu.
20140725 05:00 Setelah ngedrop art kakak ipar saya di rumahnya yang menurut saya dipelosok desa, selanjutnya saya berhenti untuk sholat subuh dan tiduran di mushola di salah satu SPBU di daerah Bojonegoro situ.
Bablas juga ketiduran sampai jam 7:30, hehehe...
Istriku Fira yang sudah memandikan kedua anak di SPBU itu memberi aba-aba untuk siap lanjut jalan lagi...
Muter-muter wilayah Bojonegoro karena SYGIC yang saya gunakan selalu mengarahkan ke jalan yang berlogo satu arah.
Lumayan membuang waktu karena saya mesti manual melihat petunjuk jalan dari Bojonegoro yang mengarahkan kearah Nganjuk.
20140725 09:04 Melewati hutan Jati di Dander, dari Bojonegoro-Nganjuk,
Banyak warning bahwa daerah ini adalah daerah Blankspot...
Juga diingatkan beberapa teman saya kalau daerah ini rawan begal, rampok.
Alhamdulillah saya melewati wilayah itu di pagi hari, bukan malam hari.
Kondisi jalan disitu sudah beraspal, dan jauh lebih bagus kondisinya dibanding daerah Demak-Blora-Cepu.
Buat mas Pungky, berikut video-nya untuk kondisi jalan disini (saya masih bisa ngebut Mas..., hehehe...)
20140725 11:00 Akhirnya landing juga di Pare, hari Jumat siang...
Bapak Ibu dan adik saya menyambut kedatangan kami disana, alhamdulillah kami datang tanpa kurang satu apapun, kecuali pampers, susu, dan makanan ringan buat anak saya... hehehe...
Berikut snapshot dari HP istri saya dalam perjalanan di daerah Kediri dan Nganjuk... setelah hutan jati di daerah Dander.
Beginilah rumah di Pare-Kediri tujuan kami.
Oh iya, berikut resume konsumsi bahan bakar kendaraan saya waktu itu...
Semua dalam rate rupiah, bensin 1 liter yang biasanya saya menggunakan Pertamax dan Shell, kali ini saya menggunakan Premium Rp 6.500,00/liter, berikut perinciannya :
Jakarta160.000 (full tank)
Sumedang 108.000
Batang 100.500
Grobokan 80.000
Nganjuk 112.000
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
20140726 06:22
Selamat pagi Pare...
Semalam baksonya enak :-)
[samping kanan rumah persis menjual bakso yang enak, lidah saya ga pernah bohong kalo soal rasa :P ]
20140726 12:53
Sebelumnya mampir ke Plosoklaten sebagai titik temu dengan yang lain, ada yang mau beli mesin cuci, beli tv, beli dvd selain baju untuk lebaran.
Sudah mau pulang dari Kediri Town Square, disini ada Matahari untuk membeli baju lebaran.
20140726 17:22
Masih di Pare - Kediri, cuaca disini jauh lebih panas dari Jakarta, kalo diukur bisa 31’c, buka puasa pertama disini terasa lebih nikmat dengan es kelapa muda.
Karena beli degan (istilah kelapa muda) terlalu mepet buka puasa, penjual tidak melayani pengupasan kelapa... penjual yg aneh.
Jadilah bapak saya yang langsung beraksi untuk membuka kelapa untuk melepas dahaga semua keluarga disini... Thanks Bapak-ku :-)
20140727 11:27
Oke, supaya tidak terlalu membosankan lanjut saja ke hari selanjutnya,
ini adalah pengalaman pertama Mika naik Dokar (istilah lain Andong, ting tong...)
Dokar ini tidak dikonsumsi oleh umum, karena dia sang kusir sendiri sedang menunggu istri/keluarganya yang sedang berbelanja, tapi bolehlah menumpang foto untuk kedua anak saya, Zara-Mika.
Ini adalah hari terakhir sebelum lebaran, saatnya mengisi stok kulkas karena pasar juga tutup saat Lebaran...
20140727 19:57
Ini yang membuat seru lebaran di kampung halaman, ada patrol atau takbir keliling menggunakan oncor (istilah obor yang dibuat dari bambu)
Takbir ini juga sebagai tanda bahwa besok adalah Lebaran, Hari Raya Idul Fitri.
Sekalian saya share teks bacaan atau lafadz takbir malam lebaran (Idul fitri-Idul adha).
Lengkap dengan teks arab-latin-arti. Tersedia juga teks takbir versi panjang (sempurna).
Bacaan Takbiran
a. Takbir umumnya:
الله اكبر- الله اكبر- الله اكبر لااله الاالله والله اكبرالله اكبر ولله الحمد
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Artinya :
Allah maha besar (3X)
Tiada Tuhan selain Allah
Allah maha besar
Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.
b. Baca'an yang sempurna:
َاللهُ اكبَر كَبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا, لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه, مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن, وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق ُوَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه, لاالهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْد
Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,...
wasubhaanallaahi bukrataw - wa ashillaa.
Laa - ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiin walau karihal - kaafiruun, walau karihal munafiqun, walau karihal musyrikun. Laa - ilaaha - illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, - wa - a'azza - jundah, wahazamal - ahzaaba wahdah. Laa - ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Artinya:
Allah maha besar dengan segala kebesaran,
Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,
Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.
Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq, dan musyrik membencinya.
Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya.
Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.
Okeh..., lanjut ke hari selanjutnya,
20140728 06:55
Alhamdulillah sudah menyelesaikan sholat Iedul Fitri,
Taqabbalallahu minna wa minkum
"Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian"
Selamat Idul Fitri 1435H,
Mohon maaf lahir dan bathin buat teman-teman dan Keluarga.
Terima kasih juga buat rekan-rekan kerja saya yang selalu menjalankan tugas dengan sempurna untuk standby Idul Fitri baik remote dan on site.
Tradisi Lebaran disini dimulai dari berkunjung ke sanak keluarga yang dituakan dan berkumpul di rumah keluarga.
Ibu saya anak ke-7 dari 10 keluarga, rata-rata satu keluarga mempunyai 2-5 anak, kebayang jumlah cucu dari keluarga almarhum kakek Niti Senin-Ngalinem.
Oh iya, just share foto ayunan kreatif kesukaan Mika.
Terbuat dari Ban mobil bekas, insyaAllah akan dibuat yg seperti ini untuk di Bintaro nanti :-)
Beda dengan Zara, dimana ada sepeda, disitu ada Zara...
Kalo naik motor, itu gaya Mika saja yang sok berani ngebut, padahal denger suara motor yg kencang dia masih belum berani.
Fyi juga, saat ini adalah pengalaman pertama kali Zara dan Mika melihat yang namanya Sumur, hehehe...
Kediri, Plosoklaten, rumah mendiang Kakek Nenek saya, kaya akan pasir, akibat dari letusan gunung Kelud beberapa waktu yang lalu.
Tidak lupa foto sapi jenis Limousine milik pak Lik Tofa, sesuai dengan namanya, sapinya buesar dan puanjang, lihat saja ukuran kepala sapi-nya...
Anak-anak mempunyai pengalaman baru lagi dari yang ditemui di Jakarta....
20140728 dan 29 full acara halal bihalal keluarga besar, sampai-sampai lupa charge HP, ambil foto untuk dokumentasi, dsb.
20140730 10:59
Habis dari pasar karena stok kulkas sudah menipis, pasar saat itu sudah ada yang buka sebgian, alhamdulillah...
di Pare-Kediri ternyata sudah beroperasi BenTor, becak motor yang pernah saya jumpai di Medan, Aceh di Sumatra Utara.
Ini adalah pengalaman Mika juga yang pertama kali naik becak, hahaha...
Okeh, tidak berasa ini adalah hari terakhir kami berlebaran Idul Fitri 2014 di Pare-Kediri, karena rencananya ba'da Dhuhur kami lanjut pulang ke Surabaya...
Sekali lagi, selamat Idul Fitri..
Sayang minus Dian (panggila adikku Ardian yang sedang bertugas di Aceh)
Selain menjalin silaturahmi, alhamdulillah cita-cita saya mengajak mudik anak istri lewat darat dengan mobil sendiri memberikan berbagai pengalaman pertama dan menarik bagi kami, khususnya buat anak-anak kami...
Usia anak 4-6 tahun adalah Golden Age yang perlu kita jaga dan kita bangun potensi bagi anak kita... (wah, kok jadi sok ngajari gini saya ya, hahaha...)
Tapi ini adalah pengalaman Mika dan Zara pertama naik gerobak tukang bangunan, ayunan, main pasir sepuasnya, main sepeda dihalaman tanpa aspal, naik dokar, becak, melihat yang namanya sumur, dan lain sebagainya... juga lebih memahami kenapa bapak ibunya mengajari bentuk lukisan gunung dan sawah yang gambarnya seperti itu... :-)
alhamdulillah...
Masih dihari yang sama,
20140830 17:36
Sampailah saya di Surabaya, tepatnya di daerah Keputran Kejambon.
Perjalanan Kediri-Surabaya cukup padat, khususnya di Mojokerto, kecepatan hanya 3-10km/jam dalam jarak beberapa kilometer.
Tapi alhamdulillah saya dimudahkan oleh-Nya, nekat mengaktifkan Waze dari handphone, ambil jalan ke kiri melewati daerah Sumobito di Mojokerto, tembusnya adalah ditepi Sungai setelah dulu gardu tol Mojokerto.
Sampai di Surabaya, Mika dan Zara langsung diberi ritual urut oleh ibunya supaya gak masuk angin, Zara langsung balik ke selera asal, main Game di Samsung Galaxy Tab milik Tantenya :-P
Selamat pagi Surabaya,
Salam dari taman Kamboja pak Cholik di Keputran Surabaya, Jl Urip Sumoharjo.
Buat
teman-teman yang hobi menanam bunga kamboja, bisa langsung kontak
pemilik kebun bunga yang terletak di jantung kota Surabaya.
Yang berminat juga bisa menghubungi saya untuk mendapatkan nomor pak Cholik...
Ada
bermacam-macam jenis bunga kamboja yang bisa diperoleh disana, favorit
saya tipe Barcelona, bunganya bermotif seperti seragam tim sepakbola
Barcelona :-)
ada video taman bunga-nya nih :)
Sip, cukup sekian promosi toko bunganya.
Lanjut ke tema Wisata Kuliner kami, adalah karena atas rekomendasi dari google dan beberapa website seperti contoh berikut :
Hari pertama di Surabaya, berangkatlah kami ke arah selatan Surabaya.
Sidoarjo, 20140731 - 13:08
Sampailah kami di Kupang Lontong yang berada di jl Mojopahit, Sidoarjo,
Kalau dari Surabaya, letaknya ke arah Porong, putar balik di RSUD di Jl Mojopahit.
Berikut referensinya :
Rasanya sedikit lebih manis dari kupang lontong yang saya sering makan, tapi memang porsi kupangnya memang benar-benar mantab...
Puas
dengan lontong kupang, kami jalan-jalan sejenak ke ex-rumah ortu saya
di Perumahan Pucang Indah Sidoarjo, yang sekarang ditukar dengan rumah
yang ada di Nusa Indah - Pare, Kediri :)
Surabaya, 20140801 08:26
Pagi ini kami berangkat untuk mencari sarapan Soto Ayam,
Berikut referensinya:
Berjalanlah kami menuju Soto Ayam cak Pardi, lokasinya didepan gedung Go Skate, di pinggir jalan juga.
Porsinya memang mantab, jangan coba-coba pesan macam-macam atau perut anda tidak akan muat karena porsi lauknya memang mantab...
Berikut snapshotnya waktu itu..., lihat saja antrian saat itu :)
Rata-rata mobil yang datang adalah karesidenan luar kota, GerBangKertaSuSiLa, bahkan Jakarta dan Bogor.
Oke, puas dengan soto kami berbelanja oleh-oleh untuk rekan-rekan Jakarta di kantor.
Sambal
bu Rudy dengan udangnya, juga crispy almond yang saat ini sudah mampu
menggeser kepopuleran kripik ceker ayam dan rambak (krupuk kulit).
berikut penampakan kardusnya
Surabaya, 20140802 11:00 ~ 14:00
Reuni bersama teman-teman ex PENS ITS 99, lumayan, hampir dari 70 siswa yang terdaftar saat itu, hadir semuanya... huehehehe...
Terima kasih kepada Cak Syukri and Family yang sudah men-support terselenggaranya acara ini.
Dari
kiri belakang (suami Yuni, Sukri, Istanto, Saya dan Mika), dari kiri
depan (suami Devi, Devi dan putrinya, Yuni dan putrinya, Endah dan salah
satu putranya, Istri saya dan Zara), yang memotret adalah om
Sugik-Suami dari Endah.
Setelah terakhir kelulusan kami di 2002 (12-13 tahun tidak bertemu).
Besok, insyaAllah dua tahun lagi, kalo bisa bener-bener 70 ya temans...
Surabaya, 20140802 14:42
Setelah dari acara reuni acara silaturahmi keluarga gagal, karena udah kesorean.
Jalanlah kami ke arah kota dan Mall, untuk mendinginkan tubuh beberapa saat di Mall.
Dalam
perjalanan, mampirlah kami untuk mencicipi ice cream Zangrandi, sambil
membaca Jawa Pos, koran yang dulu setiap hari saya baca (meskipun
minjem, huehehehe)
Jauh-jauh ke
Surabaya, ketemunya secara tidak sengaja tetep sama temen istriku yang
tinggal di Jakarta juga, dia juga mudik ceritanya...
Setelah es krim, udah agak dingin, berjalanlah kami menyusuri sungai, wah ada Kapal... kata Zara.
Mampirlah kami ke Monumen Kapal Selam,
Sayang angle fotonya kurang mantab, jadi kurang terlihat foto kapal secara utuh...
Ok, lanjut nge-Mall lagi ke Delta Plasa (Surabaya Plasa) untuk ngadem.
Lalu balik lanjut pulang kerumah karena ibu sudah membuat masakan spesial buat kami, Rawon kesukaan Zara.
Besok paginya, kami berjalan ke Utara Surabaya,
Gresik, 20140803 08:03,
Sampailah
kami di Warung Nasi Krawu Buk Tiban, beda cita rasa dengan Nasi Krawu
yang dulu bapak saya pernah bawakan, sayang warungnya sudah tutup sejak
saya tinggal di Gresik dulu.
Rasa Nasi Krawu disini sedikit lebih asin dibandingkan Nasi Krawu dulu yang sedikit lebih manis.
Berikut penampakannya:
Kalau mau referensinya, monggo:
Setelah
kenyang dengan Nasi Krawu, karena seperti biasa, saya terpaksa
menghabiskan porsi Zara dan Mika (dengan niat semoga tidak mubadzir),
sebelumnya saya berniat bertemu teman-teman SMU YWSG angkatan 96-99,
tetapi mohon maaf buat Halim dkk, saya batalkan,mohon maaf lahir batin.
Jam itu menunjukkan pukul 8:30an, sedangkan acara reuni sekitar jam 10an.
Semoga lain kali kalau saya telp dan tidak diangkat, bisa coba ditelp balik atau SMS ya friends.
Jadi, daripada cuma mlongo selama 1,5jam, saya putuskan membawa keluarga untuk jalan-jalan...
Sampailah kami di pantai Dagelan, eh, Dalegan atau Delegan.
Letaknya lumayan jauh dari kota Gresik, ada 40an km.
Lumayan,
bisa main layangan dan pasir juga sewa ban untuk Zara disana, kalau
Mika milih ngadem aja, karena Mika beda dengan Zara yang lebih memilih
menjaga kebersihan , kesenggol pasir dikit udah pake tissue... :P
(kecil gpp, besok gede berubah ya Nak, cowok ini, harus berani kotor,
kan ada Rinso)
Puas
bermain air, (kenapa puas, karena memang tidak ada rencana ke pantai,
dan ketemu dengan pantai juga) lumayan bagus pantainya, tapi ya itu
pengunjungnya mirip Anyer, mbludag karena liburan.
Setelah bermain air, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, makan siang lah kami.
Balik lagi ke kota Gresik,
Gresik, 20140803 13:38
Sampailah
kami di Warung Apung Fatmawati, dulu tempatnya tidak begini, tapi
memang karena sudah maju, jadilah tempat makan yang cukup berkelas saat
ini :)
Letaknya
di seberang pom bensin, setelah pertigaan ke Petrokimia Gresik,
favoritnya adalah ayam bakar, tapi cumi telur asin kesukaan Mika dan
Zara sama rasanya dengan di pasar 8 BSD.
Sebenarnya ada juga warung soto enak, saya lupa namanya, tetapi letaknya tepat di salah satu sudut alun-alun kota Gresik, sederetan dengan Masjid, rasa soto ayamnya juara.... hehehe...
Setelah
dari warung Apung, untuk membeli oleh-oleh, datanglah kami ke tempat
rekomendasi cak Syukri (ponakan pak M.Nuh, Mentri Pendidikan saat ini).
Sampailah
saya di toko Bu Muzanah (20140803 15:08), jl Sindu Joyo dekat Ramayana,
kalo bingung tanya mr Waze saja, udah ada disana.
kata Cak Syukri: "Bandeng Bakar dan Otak-otak Bandenge Juara Dunia".
Ini juga salah satu jajanan favorit saya dari Gresik, niat jadi oleh-oleh malah habis dijalan sebelum nyampe Surabaya, hehehe...
Oke,
begitulah perjalanan kami dari Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik, kurang
banget kalo cuma 3-5 hari disana, maklum sudah punya 2 anak, jadi
seharusnya bukan cuma kesenangan saja yang dipikirkan, tapi kesehatan
anak-anak lah yang utama.
Hari terakhir
di Surabaya saat itu kami manfaatkan untuk full istirahat, karena saya
akan jadi sopir selama beberapa hari kedepan.
Surabaya, you will always be my Heroes City,
titip bapak dan ibuku disana dan semoga diberikan kesehatan, umur
panjang, keimanan, rejeki yang barokah, juga keluarga yang tetap rukun,
amiiin.
Oh iya,
20140804 Ba'da sholat maghrib dan sedikit ngemil, berangkatlah kami meninggalkan kota Pahlawan, tempat lahir saya, tempat tinggal orang tua saya, menuju kota-kota selanjutnya sampai Jakarta.
Konsumsi bahan bakar mobil saya setelah update terakhir adalah:
Jombang Rp 101.000,
Surabaya Rp 101.000.
20140804 Ba'da sholat maghrib dan sedikit ngemil, berangkatlah kami meninggalkan kota Pahlawan, tempat lahir saya, tempat tinggal orang tua saya, menuju kota-kota selanjutnya sampai Jakarta.
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Next, akan saya update perjalanan mudik wisata kuliner di Solo dan juga cerita kami menuju balik kearah Jakarta


























No comments:
Post a Comment